Berhati hati Menyiapkan Penerus

Anda adalah seekor burung elang yang sukses, dan pemilik mayoritas PT Elang Perkasa Tbk., sebuah konglomerasi yang menggurita dengan ratusan anak perusahaan yang tersebar di mana-mana. Namun sejalan dengan bertambahnya usia, Anda mulai memikirkan tentang suksesi. Siapa lagi yang jadi calon jika bukan tiga orang anak Anda yang sudah dewasa?

Sayang beribu sayang, tidak ada satu pun dari anak Anda yang merupakan burung elang. Anak pertama adalah seekor burung kutilang, yang kedua seekor merpati, dan yang ketiga seekor cendrawasih. Apa yang akan Anda lakukan untuk mempersiapkan mereka sebagai pengganti Anda?

Pilihan pertama: Kumpulkan mereka dan nyatakan dengan tegas: Mulai hari ini kalian harus mulai belajar menjadi burung elang. Di sini ada brosur pelatihan “Menjadi Elang Dahsyat!” oleh motivator elang terkemuka di tanah air, Tung Desah Diangin. Saya sudah mendaftarkan kalian untuk ikut pelatihan tersebut akhir minggu ini.

Bulan depan, kalian semua ikut pelatihan “Marketing untuk Para Elang 2.0” yang dibawakan pakar marketing kelas dunia. Pelajari semuanya. Resapi. Lakukan seperti yang dikatakan pakar tersebut. Selain itu, kalian harus belajar berjalan, terbang, dan berbicara bak seekor elang. Saya sudah mempersiapkan pelatih kepribadian elang terbaik yang akan mengajari kalian semua tingkah laku seekor elang sejati mulai besok pagi.

Kira-kira dengan cara demikian apa yang akan Anda dapatkan? Apakah kutilang, merpati, dan cendrawasih tersebut akan berubah menjadi elang? Tentu tidak! Mereka tetap akan tumbuh menjadi kutilang, merpati, dan cendrawasih – tetapi dengan harga diri yang hancur karena jauh di dalam kepala mereka, mereka tahu setiap pencapaian mereka akan selalu dibandingkan dengan ukuran seekor elang.

Mereka jelas tidak akan menjadi elang terbaik, dan mereka juga tidak berkesempatan menjadi kutilang, merpati, atau cendrawasih terbaik. Atau Anda akan memilih jalan kedua: Kumpulkan mereka dan katakan demikian, Saya tahu kalian bukan burung elang, dan saya tidak akan memaksa kalian menjadi burung elang seperti saya. Tapi saya ingin kalian berkembang dan menjadi diri kalian yang terbaik.

Kutilang, belajarlah bagaimana menjadi kutilang terbaik di dunia. Merpati, berkumpullah dengan merpati-merpati terbaik dan belajarlah dari mereka. Dan cendrawasih, jadilah cendrawasih tercantik yang pernah ada. Carilah teladan dari kutilang, merpati, dan cendrawasih terbaik yang pernah hidup. Wujudkanlah semua potensi diri kalian. Kalau pun ada yang ingin kalian pelajari dari saya, pelajarilah semangat dan ketekunan saya dalam berusaha, namun kalian tidak perlu menjadi saya.

Menurut Anda, apa yang akan terjadi dengan ketiga anak Anda itu? Merasa dipahami dan dihargai, kemungkinan besar mereka akan berusaha keras menjadi yang terbaik. Mereka akan berlatih dan belajar keras – tanpa ada paksaan untuk berubah menjadi burung lain. Tugas Anda adalah mendorong dan membantu mereka mengasah terus-menerus kemampuan mereka. Sejalan dengan waktu, ‘bakat-bakat’ terpendam mereka akan mulai terasah. Mereka akan menjadi kutilang, merpati, dan cendrawasih yang lebih baik, berkat Anda yang bijaksana.

Melalui pilihan kedua ini, Anda memang tidak akan mendapatkan elang terbaik untuk menjadi penerus Anda. Toh, Anda juga tidak akan berhasil dengan pilihan pertama. Tetapi di sini, Anda tidak akan kehilangan peluang mendapatkan penerus terbaik, walau dengan kualitas yang berbeda.

Siapa tahu, salah satu dari mereka bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi dari Anda – tentu saja tanpa mengubah jati diri mereka. Siapa yang bilang kutilang, merpati, atau cendrawasih tidak bisa menjadi burung terbaik?