Banyak bukan berarti cukup

Besarnya pendapatan seseorang, seringkali dikaitkan dengan tingkat kemampuan finansialnya. Seseorang yang punya gaji besar akan mudah dicap sebagai orang yang cukup secara finansial. Padahal, jumlah pendapatan tidak selalu sama dengan tingkat kecukupan finansial seseorang.

Ada perbedaan mendasar antara penghasilan dan kecukupan finansial. Penghasilan diartikan sebagai jumlah uang yang diterima seseorang secara teratur, misalnya gaji serta insentif yang diterima setiap bulannya. Sementara itu, kecukupan finansial berkaitan dengan bagaimana seseorang atau sebuah keluarga menjalankan gaya hidup mereka berdasarkan dari apa yang mereka miliki.

Untuk mengeksplorasi perbedaan antara pendapatan dan kecukupan finansial dalam konteks ini, mari kita simak cerita tentang Adam & Joni berikut ini :

Adam adalah seorang pria dengan gaji yang tidak begitu besar. Ia mulai bekerja saat berusia 22 tahun setelah mendapatkan gelar sarjana dari sebuah universitas negeri. Meskipun gaji awalnya cukup rendah setelah lulus, Adam telah berhasil hidup dengan baik dengan caranya sendiri ; Dia berkomitmen untuk berinvestasi minimal sebesar 10% dari penghasilannya dan berusaha menjauhi hutang kartu kredit. Lewat kerja kerasnya, Adam berhasil menduduki posisi manajemen dengan pendapatan 60 juta US Dolar pertahun.

Dia dan keluarganya hidup sederhana, menetap di sebuah perumahan kelas menengah yang baru saja ia lunasi melalui KPR beberapa tahun yang lalu. Anak anaknya bersekolah di sekolah negeri. Dan ketika anak anak tumbuh remaja dan membutuhkan mobil, mereka membelinya secara tunai. Mereka mungkin tidak hidup mewah, tetapi mereka merasa nyaman karena terbebas dari hutang.

Dan setelah 28 tahun menjalani investasi 10% dari pendapatannya itu, Adam telah berhasil memupuk investasinya senilai hampir 1,5 miliar US Dolar. Sedangkan pengeluaran mereka adalah 45 juta US Dolar pertahun. Dengan gaya hidup yang seperti itu, Adam bisa membiayai kehidupan keluarganya selama lebih dari 30 tahun ke depan tanpa harus bekerja.

Sedangkan Joni adalah seorang lulusan universitas swasta yang mahal. Biayanya 200 ribu US Dolar. Joni sangat cerdas dan sekaligus seorang pekerja keras. Ia memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studinya ke sekolah kedokteran terbaik di Amerika Serikat demi meraih gelar magisternya. Untuk pergi ke Amerika, Joni harus meminjam uang sebesar 200 juta US Dolar ke keluarganya.

Setelah menyelesaikan pendidikan dan magangnya, Joni bekerja sebagai seorang dokter dengan penghasilan awal sebesar 200 juta US Dolar pertahun. Kemudian ia pun menikah. Dengan gaji tahunan yang tinggi, Joni mengambil kredit rumah premium senilai 750 juta US Dolar di sebuah residensial mewah yang dilengkapi dengan lapangan golf.

Setelah memiliki anak, Joni memasukkan mereka ke sekolah swasta yang paling bergengsi di kotanya. Joni dan istrinya pun masing masing memiliki 1 mobil mewah. Setelah berkarier beberapa saat, Joni berhasil menjadi salah satu dokter ternama dengan penghasilan sebesar 350 juta US Dolar pertahun.

Tapi di sisi lain, biaya hidup keluarga Joni tinggi. Ia harus membayar kredit rumah dan cicilan 2 mobil mewahnya, serta biaya sekolah anak anaknya. Belum lagi biaya belanja pakaian dan liburan keluarga yang terhitung mahal.

Hasilnya, total biaya yang dikeluarkan Joni untuk memanjakan diri dan keluarganya sama dengan jumlah gaji tahunannya. Bahkan, pengeluaran Joni, lebih besar dari jumlah gaji yang diperolehnya. Joni benar benar membiayai kehidupannya hanya dari gaji yang diterimanya.

Meskipun gaji Joni besar, bahakan hampir 6 kali lipat dari gaji yang diterima Adam, coba bayangkan apa yang terjadi, seandainya suatu saat Joni harus berhenti bekerja secara mendadak, karena sakit misalnya? Hampir bisa dipastikan, keluarga Joni akan stres dan jatuh miskin dengan cepat.

Dari ilustrasi di atas, kita bisa melihat dengan jelas perbedaan antara pendapatan dan kecukupn finansial. Meskipun pendapatan Joni jauh lebih besar dari Adam, tapi secara finansial, Adam lebih mampu mengelola keuangannya.

So, bukan besarnya pendapatan yang mempengaruhi kecukupan finansial Anda, tetapi kemampuan Anda dalam mengelola pendapatan tersebutlah yang memiliki peranan penting.