Anjing Menggonggong Khafilah Tetap Berlalu

“Anda tidak akan sampai tujuan jika Anda (selalu) berhenti dan melempar batu ke
setiap anjing yang menggonggong” begitu kata Winston Churchill.

Petuah lama berbunyi, “anjing menggonggong kafilah berlalu” Padahal, terlepas
apa pun profesi dan kesibukannya, kita semua sejatinya adalah kafilah (orang yang
dalam perjalanan) dengan tujuan yang berbeda – beda.

Setiap tahun, orang-orang berunding soal tujuan ini dalam perencanaan-
perencanaan selama setahun mendatang. Rutinitas ini kemudian kehilangan
gairah―karena kadang kita terlalu banyak berhenti—untuk mengambil batu dan
melemparnya ke setiap anjing.

Dalam buku The 4 Disciplines of Execution, gangguan seperti itu dikenal dengan istilah whirlwind (atau angin Puting Beliung Organisasi). Ada saja godaan-godaan sehari-hari yang membuat kita lupa kepada tujuan semula.

Alih-alih menyiapkan peta dan sepatu yang pas untuk perjalanan, yang terjadi justru kita fokus membawa sekarung batu untuk melempar anjing. Seringkali produktivitas terganggu bukan karena kita tidak punya tujuan. Kegagalan Produktivitas terjadi karena terlalu banyak
godaan di tengah jalan.

Seperti umumnya perjalanan, tujuannya itu semestinya tidak usah banyak. Satu tujuan itu lebih baik daripada dua tujuan. Dua tujuan itu lebih tepat daripada memaksakan diri dengan empat tujuan. Kalau Anda nekat dengan empat tujuan, percayalah, itu seperti sistem kerja jasa kurir. Bisa jadi barang sampai tujuan tapi tidak ada yang Anda raih secara maksimal dan dikerjakan selalu dengan terburu- buru.

Anda tentu tahu hasil kerja seperti apa bila dilakukan dengan tergesa-gesa sepanjang masa.