Pengembang Perumahan Tetap Optimis di Tahun Politik

 

Semarang – Kalangan pengembang perumahan di Semarang masih cukup optimis pasar hunian di tahun 2019 bertumbuh, kendati terdapat kegiatan pemilihan umum. Hal ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi makro yang masih cukup baik pada tahun 2018 lalu.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, pada tahun 2019 ini diharapkan sector mikro akan lebih berkembang sehingga memberikan efek pada roda perekononian.

“selama ini kan sector mikro   berjalan lambat dan berpengaruh secara total. Padahal kalau melihat pendapatan pajak bisa sampai 102 persen, berarti makronya bagus,” ungkap Dibya

Menurut Dibya, para pengembang perumahan akan lebih focus dalam mengembangkan perumahan kelas menengah, dibandingkan dengan kelas menengah atas. Hal ini karena penjualan di perumahan di segmen menengah masih mengambil prosi cukup besar sepanjang tahun lalu.

“Tahun kemarin perumahan menengah keatas agak melambat, maka teman – teman akan lebih mengembangkan ke perumahan menengah. Kalau tahun lalu porsinya sampai 70 petrsen, tapi tahun ini belum tahu nanti,”ujarnya

Dibya menambahkan, untuk menggenjot penjualan perumahan, pihaknya akan lebih banyak menggandeng kalangan perbankkan. Pada tahun kemarin pihaknya telah mencoba bekerjasama dengan Bank Mandiri dan BTN untuk memfasilitasi penjualan perumahan.

“Tahun ini akan lebih banyak yang akan bergabung. Karena mau tidak mau antara developer dengan perbankkan harus disinergikan,” tegasnya

Sementara terkait pameran perumahan pertama di tahun ini pihaknya mentargetkan penjualan 70 unit rumah. Property Expo Semarang ke-1 di tahun 2019 ini diikuti sembilan pengembang mulai 9-20 Januari 2019.