Rich Vs Wealth

Banyak orang yang tidak habis pikir, mengapa mereka tak juga kunjung kaya, padahal siang malam mereka bekerja mati matian untuk menambah penghasilan. Sementara di sisi lain, ada sebagian orang yang sepertinya begitu mudah mendapatkan kekayaannya kembali dalam waktu yang relatif cepat meski mereka baru saja mengalami bangkrut total. Nah, apa sih yang membedakan kedua kelompok itu?

Kata “kaya” dalam bahasa Inggris punya 2 terjemahan yang paling populer dipakai, rich dan wealth. Tetapi sebenarnya kedua kata itu punya makna yang berbeda kalau ditelusuri lebih dalam. Rich dalam Kamus Webster berarti : having a lot of money and possessions. Jadi artinya, orang yang kaya adalah mereka yang memiliki harta yang berlebih dari rata-rata. Kepemilikan harta berlimpah dalam bentuk uang, rumah dan mobil mewah, tanah yang luas, atau pun perusahaan, menjadi indikator nyata bahwa orang itu bisa disebut rich.

Rich bisa didapatkan seseorang dalam sekejap saja. Misalnya, seorang anak menjadi kaya raya karena mendapat warisan dari orang tuanya yang konglomerat. Atau bisa juga seorang tukang bangunan menjadi kaya mendadak karena menang lotere ratusan juta.

Sedangkan Wealth punya makna kaya yang lebih dalam. Selain kaya dalam hal materi, orang orang wealthy juga memiliki kekayaan dan kemapanan pola pikir. Mindset orang-orang ini selalu selangkah lebih maju dan lebih luas dibanding yang lain. Bagi mereka, menjadi wealthy berarti melakukan perubahan berarti yang belum terjadi disekitarnya. Status kaya yang mereka miliki juga harus punya makna untuk orang disekitar.

Secara sederhana, dalam salah satu bukunya, Roger Hamilton menyebut Wealth adalah apa yang tersisa saat seluruh uang dan kekayaan yang kita miliki habis. Apa yang tersisa itulah yang dia sebut sebagai Wealth Foundation, yang terdiri dari Talent, Passion, Character, Knowledge, Network, dan Purpose. Lewat keenam hal itulah orang orang wealthy membangun reputasi, menciptakan jaringan yang kuat, membekali diri dengan ilmu, keahlian, dan kompetensi.

Hamilton juga menggunakan metafora, kekayaan itu seperti taman, taman yang paling indah, yang dirawat dengan baik agar bisa memberikan kenyamanan paling besar serta dapat menarik banyak kupu-kupu. Orang orang wealthy tidak membuat jaring untung menangkap kupu-kupu, tapi membangun dan memperindah taman dengan keenam Wealth Foundation tadi. Dengan begitu, kupu-kupu akan terus datang dan hinggap, bahkan semakin hari semakin banyak, ketika kita berhasil membangun sebuah taman yang semakin hari semakin indah. Dengan kata lain, ketika kita terus membangun dan meningkatkan Wealth Foundation, lihatlah, uang dan kekayaan justru akan terus berdatangan menghampiri kita.