PLN Kembangkan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

Semarang –  PT. Perusahaan Listrik Negara (pesero) terus mengembangkan pembangkit listrik energy terbarukan, untuk mengganti penggunaan bahan bakar fosil. Sejumlah pembangkit listrik yang dkembangkan diantaranya Pembangkit listrik mikro hidro, pembangkit listrik tenaga surya, dan pembangkit listrik tenaga sampah.

Senior Manager General Affair PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY Audi Damal mengatakan, pembangkit listrik dengan tenaga sampah dikembangkan di Solo, Jawa Tengah diharapkan bisa beroperasi pada awal tahun depan. Menurutnya PLTS ini diperkirakan bisa memproduksi sekitar 10 megawatt.

“untuk satu megawatt listrik diperlukan satu ton sampah. Menurut hitungan dari produksi yang ada mampu melistriki 200 ribu rumah tangga,”ungkapnya

Selain itu PLN juga telah mengembangkan pembangkit listrik tenagah mikro hidro (PLTMH) disejumlah daerah di Jawa Tengah. Yang terbaru yakni pembangunan PLTMH di wilayah tegal yang ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini.

“Sudah ada di wilayah Jawa tengah sudah ada pembangkit listrik tenaga air PLTMH skala kecil. Terakhir di tegal akhir tahun dengan kapasitas 2×8 megawatt,”ujarnya

Audi Damal  menambahkan, saat ini jumlah rasio elektrifikasi di wilayah Jawa tengah mencapai 97,9 persen, atau meningkat 2 persen jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Pihaknya mentargetkan pada tahun 2021 atau 2022, jumlah elektrifikasi di Jateng bisa mencapai 99 persen.

“Kalau mengingat visi PLN kan pada 75 tahun Indonesia merdeka memang rasio elektrifikasi ditargetkan 100 persen. Tapi karena jumlah rumah tangga terus bertambah, tahun 2021 atau 2022 kita targetkan 99 persen,”pungkasnya