Pegusaha Property Sambut Baik Penghapusan PPnBM dan PPh  

Semarang – Para pengembang property menyambut baik rencana penghapusan pajak barang mewah (PPnBM) sebesar 20 persen dan pajak peghasilan (PPh) sebesar 2,5 persen untuk property. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menggairahkan pasar property.

Ketua property Expo, Dibya K Hidayat mengatakan, penghapusan pajak akan berpengaruh pada penurunan total biaya produksi.

“Kebijakan itu menarik, karena  nanti akan menurunkan total biaya produksi. Kita harapkan kebijakan itu bisa berjalan secepatnya,” ungkap Dibya disela penutupan Property Expo ke-8 baru – baru ini.

Namun demikian menurutnya yang lebih penting bagi para pengembang property yakni adalah menggerakan roda perekonomian di sektor property. Menurutnya kalau sektor property berputar dengan bagus, maka sektor ekonomi ekonomi juga akan bagus.

“MEnurut kami pemerintah seharusnya lebih fokus pada bagaimana menggerakan roda ekonomi di sektor property. Karena stake holder di sektor property sangat banyak,”ungkapnya

Sementara itu terkait dengan transaksi pada property Expo ke-8 , Dibya menyebutkan terjadi potensi penjualan sebesar 25 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 unit merupakan rumah type menengah ke atas dengan harga Rp.750 juta.

“ ini menarik karena ternyata market yang berkembang dan memiliki daya beli adalah market dengan rumah harga rp.750 juta keatas,” kata Dibya

Dibya menambahkan, saat ini pembeli perumahan di Semarang masih didominasi oleh rumah pertama.