Pasar Property Akhir Tahun Meningkat

 

Semarang – Sejumlah pengusaha property optimis pasar perumahan di akhir tahun bisa mengalami kenaikan antara 10-20 persen. Hal ini menyusul banyaknya program dari pengembang perumahan untuk memberikan kemudahan kepada konsumen di akhir tahun.

Ketua property expo, Dibya K Hidayat mengatakan, kenaikan pasar penjualan perumahan di akhir tahun merupakan tren yang terjadi setiap tahunnya. Apalagi sepanjang tahun ini banyak konsumen yang telah lama menunda pembelian akibat kondisi ekonomi yang stagnan.

“Biasanya diakhir tahun didorong calon pembeli akan memaksakan diri untuk membeli rumah. Apalagi  juga akan banyak promo karena perbankkan akan mengejar target,”ungkapnya disela pembukaan property expo di mall ciputra Semarang.

Ia mengakui pengembang perumahan saat ini telah menaikkan harga jual antara 5-10 persen, akibat melemahnya nilai tukar rupiah. NAmun demikian menurutnya kenaikan harga rumah tidak akan banyak berpengaruh terhadap penjualan.

“Mereka menunda pembelian bukan karena harganya, tetapi imbas ekonomi terhadap bisnisnya. Kalau pendapatan tetap maka akan mengurangi persentasi terhadap KPR sehingga akan downgrade membeli dengan luasan yang lebih kecil,”ujarnya

Ia berharap momentum penguatan rupiah terus terhaga, sehingga harga property juga akan tetap stabil. Selain itu konsumen diharapkan tidak terpengaruh dengan panasnya situasi politik menjelang pemilihan presiden tahun depan.