“Learn the rules like a pro, so you can break them like an artist.”

Buat kamu, para pecinta bola basket, nama nama seperti Phil Jackson, John Albert Kundla, ataupun Pat Riley pasti terdengar akrab. Mereka bertiga ini dikenal sebagai pelatih terbaik sepanjang masa di kompetisi NBA. Bisa jadi, bukan hal yang mengherankan jika mereka sukses sebagai pelatih. Karena sebelum menjadi pelatih, mereka juga dikenal sebagai bintang lapangan.

Tapi, kamu bisa bayangkan gak, ada seseorang yang sama sekali tidak tahu menahu tentang basket, tetapi memutuskan untuk menjadi pelatih sebuah tim basket. Dan tim yang dilatihnya berhasil menjuarai sebuah kompetisi antar sekolah di Amerika. Yang lebih mengejutkan lagi, tidak ada satupun anggota di timnya yang benar benar lihai bermain basket. Mereka tidak memiliki postur tubuh yang tinggi. Mereka tidak bisa menembak, bahkan mereka juga tidak bisa mendribel bola dengan baik. Semula, tim ini jadi bahan tertawaan orang orang. Tetapi ketika mereka terbukti bisa mengalahkan tim tim sekolah unggulan, tim ini pun mulai diperhitungkan.

Nama orang itu adalah Vivek Ranadive. Lalu apa sebenarnya yang dilakukan Ranadive sehingga timnya bisa jadi juara? Ranadivé paham, jika mereka bermain dengan cara konvensional, mereka pasti akan kalah telak. Jadi, Ranadive menyusun formula baru. Sebuah strategi yang berlawanan dengan taktik yang biasa diterapkan dalam permainan basket. Taktik yang ia terapkan sebenarnya cukup sederhana. Ia hanya memperkuat pertahanan. Masing masing pemain lawan harus ditempel ketat kemanapun mereka berlari. Jangan beri kesempatan mereka mengoper bola. Itulah mengapa Ranadive lebih memfokuskan stamina timnya ketimbang skill. Ranadive harus memastikan setiap pemainnya harus tampil dalam kondisi fit. Bahkan, demi mendapatkan stamina yang diharapkan, Ranadive menerapkan strategi sepak bola dalam melatih timnya.

So, benar apa yang pernah dibilang Pablo Picaso,

“Learn the rules like a pro, so you can break them like an artist.”