Jelang Lebaran, Permintaan Uang Tunai Diprediksi Naik 14 Persen

Semarang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah menyiapkan uang sekitar Rp 23,2 triliun, untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada lebaran tahun 2018 ini. Jumlah itu untuk seluruh Jawa Tengah, meliputi Semarang, Purwokerto, Tegal dan Solo.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, pada tahun ini jumlah kebutuhan uang tunai diperkirakan meningkat sekitar 14 persen jika dibandingkan dengan dengan tahun lalu. Hal ini dikarenakan masa cuti lebaran yang lebih panjang, sehingga masyarakat bisa mudik lebih lama.

“Jawa tengah ini merupakan salah satu daerah tujuan mudik paling banyak. Jadi untuk wilayah Jateng, secara keseluruhan hampir sama. Apalagi, pada Lebaran tahun ini ada 12 hari libur bersama,” Ungkapnya

Menurut Ponco, jelang Lebaran Uang Pecahan Beredar (UPB) yang paling banyak dibutuhkan adalah Rp100.000, sedangkan Uang Pecahan Kecil (UPK) yang paling banyak dibutuhkan adalah Rp 20.000. Oleh karena itu, pihaknya juga akan melaksanakan beberapa program kerja untuk menjaga ketersediaan kebutuhan uang di masyarakat baik pecahan besar maupun pecahan kecil serta meningkatkan pelayanan penukaran uang bagi masyarakat.

“Biasanya jelang Lebaran ada peningkatan konsumsi. Selain itu, ada kebiasaan di masyarakat, kalau mudik bagi-bagi uang baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan pemenuhan kebutuhan Lebaran oleh BI kepada perbankan mulai dilayani pada 14 Mei sampai dengan 16 Juni 2018. Pelaksanaan kerjasama penukaran oleh perbankan pada minggu ke II dan III di bulan Ramadan setiap Selasa sampai dengan Kamis.

“Tahun lalu bekerjasama dengan perbankan di awal puasa membuka konter layanan penukaran uang di tempat strategis. Dengan penukaran uang baru ke bank-bank masyarakat tidak perlu melakukan penukaran uang di tempat lain yang tidak dijamin keaslian dan jumlahnya,” ujarnya.