Jaga Stabilitas Harga Pangan, TPID Gelar Operasi Pasar

Semarang – Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah menggelar operasi pasar di 19 titik di Jawa Tengah. Hal ini dilakukan  sebagai upaya pengendalian harga pangan selama ramadhan dan jelang hari raya idul fitri.

Ketua harian TPID Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan, menjelang perayaan idul fitri,  biasanya kebutuhan akan pangan mengalami kenaikan yang diikuti pula dengan kenaikan harga. Untuk itu  sebagai dengan dilakukannya operasi pasar ini, maka dapat mencegah terjadinya gejolak harga di masyarakat.

“Secara psikologis selama ramadhan dan menjelang hari raya kebutuhan pangan selalu mengalami kenaikan. Untuk itu selaku TPID dan satgas pangan bertugas untuk menjaga stabiliasai harga pangan di pasar,” ungkapnya

Sri puryono mengatakan, operasi pasar juga diharapkan juga memberikan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pangan murah yang berkualitas. Operasi pasar ini dilakukan di 19 pasar penyumbang inflasi terbesar di Jawa Tengah seperti Semarang, Surakarta, Banyumas, Pekalongan, Pati, dan Kedu.

“Operasi pasar ini melibatkan lebih dari 200 pedagang, dan 100 RPK. Operasi pasar juga di lakukan di jaringan toko tani indonesia, e-warung  dan juga sinergi dengan BUMN,” ungkapnya

Sementara komoditas yang dijual diantaranya   beras kualitas medium dengan harga Rp8.950-Rp13.400/kg, 35.000 ton gula pasir dengan harga satuan Rp12.000/kg, 454.000 liter minyak goreng dengan harga satuan Rp12.000/liter, 54 ton tepung terigu senilai Rp4.000/kg, 4 ton daging, dan 185 ton jagung.

“Masyarakat untuk tidak khawatir karena TPID akan selalu menjaga harga-harga pangan agar tetap stabil dan mudah dijangkau. Pasalnya, semua kebutuhan pangan relatif aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi lonjakan harga,”pungkasnya